JapanLunatic - Peribahasa Jepang
土曜日, 02-08-2014, 8:21:32 AM
Welcome, Guest

KOTOWAZA-PERIBAHASA JEPANG

----------------------------------

Kotowaza adalah kata-kata bijak atau pepatah kuno yang memiliki banyak kegunaan praktis. Kebanyakan kotowaza kuno berasal dari Cina, tetapi beberapa ada pula yang datang dari sejarah Jepang sendiri, negara-negara asing lainnya, atau telah dibuat dari ekspresi yang lebih modern.


Sebuah peribahasa Jepang terbagi menjadi beberapa bentuk:  

- Kata-kata bijak (言い習わし iinarawashi),

- Frase idiomatik (惯用 kan'yōku),

- Empat karakter idiom (四字 yojijukugo).

===============================

Contoh peribahasa jepang:

1.      案ずるより産むが易し。=> Anzuru Yori Umu ga Anzuru Yasushi.

Harfiah: Melahirkan seorang bayi lebih mudah daripada mengkhawatirkan tentang hal itu.

Arti: Ketakutan adalah lebih besar daripada bahaya. / Sebuah usaha kadang-kadang lebih mudah dari yang dicemaskan.

2.      知らぬが仏 => Shiranu ga hotoke.

Harfiah: Tidak tahu adalah Buddha.

Arti: Ketidaktahuan adalah kebahagiaan. / Lebih baik untuk tidak mengetahui kebenaran.

3.      見ぬが花 => Minu ga hana.

Harfiah: Tidak melihat adalah bunga.

Makna: Tidak seperti apa yang diharapkan. / Kenyataan tidak sesuai dengan imajinasi.

=================================

Ungkapan idiomatik :

1.      猫に小判  => Neko ni koban

Harfiah: koin emas untuk kucing.

Arti: Memberikan sesuatu yang bernilai kepada penerima yang tidak menghargainya.

2.      七転び八起き=> Nana korobi ya oki

Harfiah: jatuh tujuh, bangun delapan.

Arti: Jika pada awalnya tidak berhasil, coba, coba lagi.

 

3.      猿も木から落ちる => Saru mo Ki kara Ochiru

Secara harfiah: Bahkan monyet pun jatuh dari pohon

Artinya: Setiap orang bisa membuat kesalahan (Juga digunakan untuk memberi peringatan bahwa kebanggaan datang sebelum keruntuhan)

==================================

Empat karakter idiom :

1.      十人十色 => Jūnin toiro

Harfiah: sepuluh orang, sepuluh warna

Arti: Untuk masing-/ nya sendiri. / Garis kehidupan (nasib) berbeda-beda untuk setiap orang.

2.      => Akuin akka

Harfiah: jahat penyebab, efek jahat / buruk menyebabkan hasil yang buruk pula

Arti: Kejahatan akan menuai kejahatan. / Kau menuai apa yang kau tanam (menekankan ide tentang karma pembalasan).

3.      弱肉強食 => Jaku niku kyō shoku

Harfiah: lemah, daging; kuat, makan

Arti: Yang terkuat dialah yang akan bertahan

==================================

Apa hubungannya peribahasa suatu bangsa terhadap karakter, budaya dan nilai moral mereka?

Tentu saja ada. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari beberapa kotowaza peribahasa yang dimiliki oleh bangsa Jepang. Beberapa di antaranya:

1. 人を見たら泥棒と思え => Hito wo mitara dorobou to omoe = Saat melihat orang asing, berpikirlah kau sedang melihat seorang pencuri. (Jangan percaya dengan orang asing/yang tidak kau kenal).

Peribahasa ini mencerminkan kurangnya rasa percaya mereka pada satu sama lainnya, terutama terhadap orang yang belum dikenal.

 

2. Tabi no haji wa kakisute = Buang rasa malumu saat dalam perjalanan.

Maksud dari peribahasa ini adalah "Tidak perlu merasa malu saat kau berada jauh dari rumah”.

Bagi orang Jepang, sanksi sosial berupa rasa malu adalah salah satu ketakutan terbesar mereka. Itulah mengapa orang Jepang bisa berperilaku lebh bebas saat mereka berada di luar negeri daripada di Jepang sendiri. Kenyataan ini dapat terlihat dari perilaku bangsa Jepang saat menjajah Indonesia dahulu. Mereka yang sangat kejam, penyiksa dan pembunuh di negeri orang dapat kembali menjadi ‘orang biasa’ saat mereka kembali kembali ke negerinya. 

 

3. Ko wo suteru yabu aredo, oya wo suteru yabu nashi = Ada rumpun bambu di mana kamu bisa membuang anakmu sendiri, tapi tidak ada untuk membuang orang tuamu.

Maksud dari peribahasa ini adalah kewajiban terhadap orang tua jauh lebih besar daripada kewajiban pada anak. Peribahasa ini berasal dari praktek buang anak yang pernah menjadi trend di Jepang dulu!

 

4. 生き恥かくより、死ぬがまし => Iki hajikaku yori, shinu ga mashi = Lebih baik mati daripada hidup menanggung malu.

Orang Jepang memiliki budaya malu yang sangat besar, oleh karena itu lahirlah gerakan HARAKIRI.

============================================

Namun, ada pula kotowaza yang umum digunakan, seperti misalnya yg Jlun Buddy tuliskan berikut ini:

A.    Dari Fathy Lingga Ananda:

1.      Chiri mo tsumoreba yama to naru = Sedikit demi sedikit, lama-lama jd bukit.

2.      Asa meshi mae= mudah sekali

3.      Ken'en no naka = musuh bebuyutan

4.      Kobo ni mo fude no ayamari =  tak ada gading yg tdk retak

5.      Uma no mimi ni nenbutsu = masuk kuping kiri, keluar kuping kanan.

----------------------

B.     Dari Zie ちゃん:

1.         Toki wa kane nari = waktu adalah uang

2.         Ningen wa shinumono desu = manusia pasti mati

3.         Koi wa momoku = cinta itu buta

4.         Okane wa subete dewa nai = uang bukanlah segalanya.

5.         yuu wa yasuku,okonau wa katashi = mengatakan mudah, melaksanakannya sulit.

---------------------

C.     Dari Ois Singgih:

Nasake wa hito no tame narazu = berbuat baik itu bukan hanya buat orang lain, tapi bisa juga kembali ke diri kita.

----------------------

D.    Dari Minami Kaze:

Ku wa Raku no Tane = Kesulitan adalah benih Kesenangan.

----------------------

E.     Dari Raphael Hikaru:

1.      Masaka no toki no tomo koso honto no tomo = Sahabat yang sesungguhnya ialah sahabat waktu dalam kesusahan

2.      Ayamachi o aratameru ni habakaru nakare = Untuk memperbaiki kesalahan tidak harus takut )

3.      Ishi no aru tokoro ni, hōhō ga aru =  Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.

4.      Tokoro kawareba shira kawaru = Adat negeri selalu berlain-lainan .

5.      Izen no koto wa mizu ni nagashimashō  = Yang lalu biarlah berlalu.

6.      momo kuri san-nen kaki hachi-nen = semua ada waktunya

7.      kanashimi areba yorokobi ari = di mana ada kegembiraan, di situ juga ada kesedihan.

===================================================

Masih banyak KOTOWAZA lainnya , diantara yang sering kita dengar adalah sbb:

1.      弘法にも筆の誤り=> Koubou ni mo fude no ayamari => Setiap org bisa melakukan kesalahan.

2.      遅くとも、しないより増しである => Osokutemo, shinai yori mashi de aru => Lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali.

3.      亀の甲より年の功 => Kame no kou yori toshi no kou => Pengalaman adalah guru yang paling baik.

4.      意思あるところに道あり( Ishi aru tokoro ni michi ari) atau 精神一到何事か成らざらん (Seishin ittou nani goto kanarazaran) => Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

5.      雄弁は銀、沈黙は金 => Yuuben wa gin, chinmoku wa kin => Diam itu emas.

6.      有るは無いに勝る => Aru wa nai ni masaru => Lebih baik melakukan sesuatu daripada tidak sama sekali.

7.      逢うは別れの始め => Au wa wakare no hajime => Pertemuan adalah awal dari perpisahan.

8.      若い時は二度来ない => Wakai toki wa ni do konai => Masa muda tak datang dua kali.

9.      盛年重ねて来たらず => Sei nen kasanete kitarazu => Waktu yang telah berlalu tak bisa diputar ulang.

10.  失敗は成功の基 => Shippai wa seikou no moto => Kegagalan awal dari keberhasilan.


PosPosted by: Adeluna Chibi