JapanLunatic - Anak Perempuan dalam anime (J-SLANK)
水曜日, 07-12-2016, 5:35:43 PM
Welcome, Guest
Berikut ini adalah 20 gramatika yang biasa digunakan oleh Anak perempuan dalam anime (J-SLANK)

Note: yang didalam kurung berarti bentuk biasa (sopan-nya)
1. ~te/~nai de = Biasa digunakan untuk menyuruh/melarang sesuatu.
Contoh:
-Onegai, himitsu ni shite.. (Onegai, himitsu ni shite kudasai.) Ku mohon rahasiakan hal ini.
-sawannaide! (Sawaranaide kudasai!) Jangan sentuh aku!

2. ~tageru (~te ageru)
Contoh: Atashi tori-mottatageru yo. (Watashi ga tori-motte agemasu yo.) = Biar aku yang yang ngasih deh.

3. ~cha dame (~te wa ikenai) = Digunakan sebagai bentuk larangan.
Contoh: Dame jyan. Katte ni haiccha. (Katte ni haitte wa ikemasen.) = Dilarang menerobos.

4. ~nakya/~nakucha/~nakya dame (nakereba naranai) = harus
Contoh:
-Otona’ppoku shinakya to omotte.. (Otona’ppoku shinakereba naranai to omoimashite.) = Sepertinya aku harus terlihat dewasa.
-Hayaku sagashi-dasa nakucha. (Hayaku sagashi-dasanakereba naranai.) = Aku harus menemukannya dengan cepat.
- Ishho janakya dame. (Issho denakereba naranai.) = Kita harus tetap sama-sama.

5. ~tteba (~wa, to ieba) = Digunakan sebagai bentuk penegasan. Dalam bentuk positif, menandakan sedang membicarakan seseorang. Dalam hal negatif, merupakan bentuk kekesalan pembicara karena harus mengulang2 perkataannya.
Contoh:
- Aitsu’tteba sugo~i. (Ano kata wa sugoi desu.) = Orang itu hebat deh.
- Mo~ ii’n da’tte ba. (Mou ii’n desu’tte.) = Sudah cukup kubilang!

6. ~kamo (~kamoshirenai) = mungkin
Contoh: Wtashi kara CHOKO moratte mo meiwaku kamo.. (Watashi kara CHOKORE~TO wo moratte mo meiwaku kamo shiremasen.) = Mungkin dia akan merasa terganggu mendapat coklat dari ku.

7. ~kedo = tetapi (sebenarnya~)
Contoh: Yoku wakannai kedo... (Yoku wakarimasen ga..) Aku juga sebenarnya nggak ngerti sih..

8. ~noni = padahal
Contoh: Sekkaku nakayoku nareta noni... = Padahal kita sudah menjadi teman baik..

9. ~n’dakara = karena
Contoh: Okotteru’n dakara ne. (Okotte iru’n desu kara ne.)

10. ~shi = dan, lagipula => digunakan untuk menjelaskan lebih dari 1 alasan. Meskipun jika alasan yg diungkapkan hanya satu, maksud sebenarnya adalah ada alasan selain yang disebutkan.
Contoh: Atashi ni wa suki na hito ga iru shi! (Watashi ni wa suki na hito ga imasu kara.) = Lagipula ada orang yang aku suka.

11. ~desho? (~deshou) = Digunakan untuk mengkonfirmasi sesuatu. Si pembicara dalam hal ini mengharapkan bahwa lawan bicara juga berpendapat yang sama dengannya.
Contoh: Kore de wakatta desho?! (Kore de wakatta deshou.) = Sekarang kau sudah mengerti kan?!

12. ~chau/~chatta/~chaou (~te shimaimasu/~te shimaimashita/~te shimaimasho) = Biasa digunakan untuk menunjukan ketuntasan akan suatu hal/pekerjaan. Bisa juga untuk sesuatu yang tidak menyenangkan.
Contoh:
- Kya~ chikoku shicchau. (A~ chikoku shite shimaimasu.) = Duh, bakalan telat deh.
- Homerarechatta. (Homerarete shimaimashita.)
- PAPA ni nedacchau. (Otousan ni nedatte shimaimashou.)

13. ~shina yo (~nasai yo) = Digunakan untuk memperhalus perintah
Contoh: Hayaku shina yo! (Hayaku shinasai yo.) = Cepetan dong!

14. ~yo/~yo ne = digunakan sebagai penegasan.
Contoh:
- Kore, PUREZENTO yo. (Kore, PUREZENTO desu yo.) = Ini hadiah untuk mu.
- Yappari akogareru yo ne~. (Yappari akogaremasu ne.) = Tentu saja dia menarik.

15. ~mon/~datte...mon (~mono/~naze nara...kara nan desu) = dikarenakan
Contoh:
- Minna itteru mon. (Minna itte imasu kara.) = Karena semua orang bilang begitu.
- Datte ie kara gakkou tooi’n da mon. (Naze nara ie kara gakkou ga tooi kara nan desu.) = Itu karena rumahku jauh dari sekolah.

16. ~jya nai/~jyan (dewa nai desu ka) = merupakan pertanyaan retorikal ketika membantah/tidak setuju atas pernyataan seseorang.
Contoh:
- Sonna hito iru wake nai jya nai. (Sonna hito iru ga wake ga nai dewa nai desu ka.) = Oh, nggak mungkin ada orang kayak gitu kan.
- Kokurareteta jyan! (Kokuhaku sarete ita dewa nai desu ka.) = Dia menyatakan cinta padamu kan?!

17. ~kana/~kashira (~darou ka) = Digunakan sebagai ungkapan keragu-raguan, untuk memprediksi sesuatu (mendumel/bertanya-tanya kepada diri sendiri).
Contoh:
- Nani iro RIBON ni shiyou kana. (Nani iro RIBON ni shimashouka.) = Duh, pakai pita yang mana yah..

18. ~no/~no yo (no da) = Dalam bentuk tanya, digunanakan untuk menunjukkan rasa ingin tahu yang dalam, terkadang merupakan bentuk sedikit menuduh.
Dalam kalimat positif merupakan bentuk penegasan, keteguhan hati.
Contoh:
- Nande nigeru no~? (Doushite nigeru’n desu ka?) = Kenapa kau kabur?
- Yappari aitaku naru no. (Yappari aitaku naru’n desu.) = Tentu saja aku rindu (ingin bertemu).
- Ima go-kigen naname na no yo. (Ima go-kigen ga yokunai’n desu yo.) = Hey, saat ini perasaan ku sedang tidak baik nih!

19. ~wa/~wa yo (yo) = Digunakan untuk menekankan informasi atau menunjukkan penilaian akan suatu hal.
Contoh:
-Watashi kare to kekkon shitai wa. (Watashi kare to kekkon shitai desu.) = Aku ingin menikah dengannya.
-Kaeru wa yo. (Kaerimasu yo). Aku akan pulang.

20. ~ttara (~wa... to ittara)= Digunakan untuk menekankan subjek pembicaraan.
Contoh: Kare’ttara shinjirannai. (Kare no koto wa shinjiraremasen.) = Dia sih tak bisa dipercaya