JapanLunatic - Idiom (Tumbuhan)
土曜日, 10-12-2016, 9:44:55 PM
Welcome, Guest
~Idiom (Tumbuhan)~


Apakah kalian suka dengan tumbuhan? Semua orang suka dengan tumbuhan termasuk orang Jepang. Bagi orang Jepang tumbuhan sangat berarti sampai2 dijadikan juga sebagai Idiom.
Dalam wikipedia, Idiom adalah suatu ungkapan (seperti istilah atau frase) yang maknanya tak dapat diturunkan dari definisi langsung dan penyusunan bagian-bagiannya, melainkan merupakan suatu makna tak langsung yang hanya dikenal melalui penggunaan umum.

Perhatikan penjelasan berikut ini:

1. GOMASURI = Menggiling wijen
Arti : mencari perhatian pada atasan, menjilat.
Idiom ini bisa digunakan dalam percakapan formal dan biasanya digunakan oleh laki2. Mereka biasanya mengatakan hal ini diiringi dengan gerakan tangan sama seperti menggiling wijen.
Idiom ini muncul menurut pemikiran orang Jepang bahwa biji wijen yang menempel pada semen pada saat digiling sama seperti seseorang yang senang sekali mencari perhatian pada atasan.
Contoh:
A: Katoo-san iyoiyo kakarichoo ni shooshin rashii desu yo
B: Yappari soo desu ka. Koko sannen kan zutto
gomasuri o yatte kita n da kara, sorosoro kakarichoo ni naru daroo to wa omottemashita kedo ne.

A: Saya dengar Tuan Katoo akhirnya akan dipromosikan menjadi kepala seksi loh.
B: Wow...benarkah?. Saya pikir dia memang akhirnya akan menjadi kepala seksi secepatnya setelah dia MENJILAT direktur perusahan 3 tahun yang lalu.


2. HANA NI ARASHI = Bunga membawa badai
Arti : hidup terkadang membawa kesedihan disaat sedang menikmati kebahagiaan.
Idiom ini biasa dipakai oleh perempuan dalam percakapan sehari2.
Idiom ini merupakan bentuk pendek dari ungkapan "Tsuki ni muragumo, hani ni arashi" yang bisa diterjemahkan secara harafiah menjadi "Awan sampai ke bulan, badai sampai ke bunga". Yang bisa dimaknai seperti ketidakberuntungan kadang terjadi disaat kita sedang menimati hal2 yang paling membahagiakan.
Contoh:
A: Kekkon shite isshuukan de kyuuni goshujin ga nyuunin to wa okinodoku nee.
B: Shiawase ippai no tokoro ni zannen nee. Demo maa "hana ni arashi" to yuu kurai da kara, kooyuu koto mo unmei de shikata ga nai wa ne.

A: Sungguh kasihan wanita itu, baru saja menikah satu minggu suaminya sakita dan harus masuk Rumah Sakit.
B: Kasihan yah disaat hari bahagia harus terjadi hal seperti itu. Yahhh seperti yang biasa dikatakan orang "Terkadang terjadi malapetaka disaat kita justrui sedang menikmati kebahagiaan". Itu adalah takdir yang kau tak bisa hindari.


3. HANA YORI DANGO = Lebih baik kue daripada bunga
Arti : praktek lebih baik daripada keindahan.
Idiom bisa digunakan baik oleh laki2 maupun perempuan dalam percakapan sehari2.
Idiom ini muncul menurut pemikiran orang Jepang bahwa terkadang ketika menikmati Hanami (festival melihat bunga sakura), orang2 lebih menikmati makanan yang disediakan daripada melihat bunga Sakura yang awalnya menjadi tujuan acara yaitu Hanami (melihat bunga).
Contoh:
A: Iya da wa. Aki-chan tara sekkaku ohanami ni kita noni, tabete bakari ite.
B: Akio, omae wa yappari hana yori dango no taipu da na.

A: Ya Tuhan, Aki hanya makan-makan terus, padahal kita semua sedang menikmati mekarnya bunga sakura.
B: Wahh Akio, kamu itu tipe orang yang lebih mementingkan praktek daripada keindahan yah?


4. IMO [NO KO] O ARAU YOU = Bagai mencuci sebakul penuh kentang
Arti : ramai, banyak sekali orang, penuh dengan orang.
Biasa digunakan dalam bahasa tulisan tidak formal. Terbatas penggunaannya pada hal2/ kegiatan2 yang berhunbungan dengan air.
Liburan musim panas saat akhir pekan di pantai terkadang menjadi hal yang tidak mungkin bagi orang Jepang. Karena saat itu pantai akan menjadi amat sangat penuh dengan orang2, bahkan untuk menaruh tikar pun hampir tidak ada tempat lagi. Ada banyak sekali orang yang bermain-main air di tepi pantai dan basah2an dengan ombak, ada juga yang berenang dan berselancar. Situasi seperti ini bagi orang Jepang hal itu seperti halnya melihat sekeranjang penuh kentang yang sementara dicuci.
Contoh:
Shichigatsu gejun no nichiyoobi, natsuyasumi ni haitta node, kodomozure no kazoku ga ooku, kaisui yokujoo wa imo [no ko] o arau yoona konzatsuburi to natta.

Sejak hari Minggu sampai akhir bulan Juli dan liburan musim panas, akan ada banyak sekali keluarga serta anak2, dan pantai akan sangat penuh seperti kentang2 yang sedang dicuci di bakul.


5. IWANU GA HANA = Diam itu bunga
Arti : terkadang sesuatu akan lebih baik jika kita tidak mengatakannya pada orang lain.
Idiom ini biasanya digunakan oleh perempuan dalam percakapan sehari2.
Perkataan yang sudah terlontar tidak dapat ditarik kembali. Terkadang kejadian2 yang tidak menyenangkan, masalah2, dan hal2 negatif lainnya justru disebabkan oleh karena kesalahan dalam pemilihan kata. Sehingga muncullah sebuah filosofi yang mengatakan bahwa lebih baik diam daripada salah kata. Sehingga muncullah idiom Iwanu ga Hana atau Diam itu Bunga.
Contoh:
A: Kare ni wa yappari himitsu ni shite okoo to omou no.
B: Soo ne. "Iwanu ga hana" tte kotowaza mo arushi ne.

A: Aku rasa saya harus simpan rahasia saya dari dia.
B: Oh yah. Seperti ungkapan "Diam itu Emas" yah?


6. KOROGARU ISHI NI KOKE MUSAZU = Batu yang menggelinding tidak mengumpulkan lumut.
Arti : ketekunan akan menghasilkan sesuatu yang besar, kesabaran adalah sebuah kebajikan.
Digunakan dalam bahasa tulisan tidak formal.
Bagi orang Jepang lumut adalah sesuatu yang sangat dikagumi. Karena sering diidentikkan dengan keindahan. Lumut bertumbuh dibebatuan dan dijalan setapak seperti halnya di Kyoto. Dan batu yang terus menerus berguling tidak akan pernah ditumbuhi lumut. Keadaan ini disimbolkan oleh orang Jepang untuk menegur seseorang agar jangan suka berpindah2 pekerjaan. Karena seperti halnya batu yang terus berguling tidak akan ditumbuhi lumut, orang2 yang sering berpindah2 pekerjaan tidak akan mendapatkan apa2.
Contoh:
Ichido nyuusha shitara, shooshoo taihen na koto ga atte mo, zutto sono kaisha ni tsutometa hoo ga ii. "Korogaru ishi ni koke musazu" to iwareru yooni shakuba o amari kowaru no wa konomashii koto dewa nai.

Sekali seorang diterima bekerja, sebaiknya dia harus bertahan untuk tetap kerja di perusahan itu walaupun menghadapai hal-hal yang sulit sekalipun. Seperti sebuah ungkapan "Batu yang berguling tidak berlumut", tidak dianjurkan untuk selalu berpindah-pindah kerja.


7. MINORU HODO ATAMA NO SAGARU INAHO KANA = Tumbuhan padi merundukkan kepalanya ketika padinya dewasa.
Arti : kedewasaan membawa seseorang memiliki sifat yang rendah hati dan saling menghormati kepada sesama.
Biasanya dipakai dalam percakapan sehari2 baik oleh laki2 maupun perempuan.
Seperti peribahasa Indonesia padi semakin berisi semakin merunduk. Itulah yang coba digambarkan oleh idiom ini. Ketika dewasa lewat pengalaman hidupnya membuat ia menjadi semakin rendah hati dan saling menghargai antar sesama. Ketika memiliki sifat2 seperti ini seseorang dinyatakan sebagai orang yang sudah dewasa.
Contoh:
A: Kondo irashita Tayama fukushachoo ne, rippana kata rashii wa nee. Mooshibun nai hitogara tte uwasa yo.
B: Soo nan n da. Sore ni tottemo kenkyode, ibatteiru tokoro ga mattaku nai hito rashii ne.
A: "Minoru hodo atama no sagaru inaho kana" tte kotowaza ga pittari no kata yo.

A: Kamu tahu wakil presiden yang baru Tuan Tayama? Aku dengar dia orang yang hebat. Katanya kepribadiannya sangat ideal.
B: Saya setuju dengan kamu. Disamping itu juga dia rendah hati dan tidak arogan.
A: Dia itu benar-benar seperti yang disebutkan dalam peribahasa "Padi semakin berisi semakin merunduk".


8. NEMAWASHI = Mempersiapkan akar untuk ditanam
Arti= melakukan pembicaraan secara informal dengan orang2 yang ada sebelum menarik keputusan secara formal.
Biasanya digunakan oleh laki2 dalam percakapan sehari2.
Nemawashi sekarang dipakai oleh seluruh dunia untuk mencirikan perilaku masyarakat Jepang dalam praktek berbisnis. Secara harafiah Nemawashi adalah memotong kelebihan akar dan membungkus sisanya dengan jerami dalam melakukan transplantasi tanaman. Dalam dunia bisnis dapat berarti mengajak melakukan perjanjian informal sebelum menarik keputusan secara formal dalam sebuah pertemuan.
Contoh:
A: Kyoo no kaigi umaku iku ka naa.
B: Daijoobu daroo. Kanari nemawashi ni jikan o kakete kitashi, konkai purojekuto wa buchoo mo noriki da kara.

A: Aku harap rapat hari ini bisa berlangsung dengan lancar.
B: Aku pikir semua akan baik-baik saja. Saya sudah menghabiskan banyak waktu untuk membicarakan beberapa kesepakatan sebelum rapat resmi kita hari ini, dan saya tahu bapak manager menyukai proposal kita.


9. NE MO HA MO NAI = Tanpa akar maupun daun
Arti : tanpa dasar, tidak beralasan
Biasa digunakan dalam percakapan baik oleh laki2 maupun perempuan.
Akar memberi sokongan terhadap pohon seperti halnya fakta memberi sokongan terhadap klaim dan tuduhan. Daun memberikan energi bagi pohon untuk kekuatan dan kesehatannya. Seperti halnya sokongan/ saksi (akar) dan bukti (daun), tuduhan (pohon) tidak akan berdasar.
Contoh:
A: Yamada-san no okusan, uwaki shiteru rashii yo.
B: Sonna koto, uso yo. Mattaku ne mo ha mo nai uwasa ni kimatteru wa.

A: Nyonya Yamada sepertinya selingkuh.
B: Itu tidak benar. Itu hanya rumor tak berdasar saja.


10. SAKURA = Bunga sakura
Arti : kelompok orang yang berpura2.
Biasa digunakan dalam percakapan sehari2 baik oleh laki2 maupun perempuan.
Ekspresi ini muncul berdasarkan sebuah kebiasaan di zaman Edo. Dalam sebuah pertunjukan ada sekelompok orang yang sengaja dibayar untuk bertepuk tangan dan bersorak saat sebuah pertunjukan berlangsung, kelompok ini duduk di sisi panggung yang dinamakan "Sakura".
Contoh:
A: Nani ga sonnani okashii no kashira. Ano hito sakki kara zutto waratteru wa.
B: Sakura ja nai ka. Okashikumo nai mandan ni hitori de geragera waratteru n da kara.

A: Apanya yang lucu? Orang itu tertawa-tertawa terus daritadi.
B: Apakah dia orang yang dibayar untuk melakukan hal itu? Dia satu-satunya orang yang tertawa disaat monolog yang membosankan.


11. SANSHOO WA KOTSUBU DE MO [PIRIRITO] KARAI = Cabe Jepang sangat pedas walaupun kecil.
Arti: Kecil-kecil tapi sangat kuat.
Biasa dipakai oleh laki-laki dalam percakapan sehari-hari.
Dibalik bentuknya yang kecil, cabe Jepang menyimpan suatu rasa pedas yang sangat kuat. Ungkapan ini menyatakan bahwa ukuran bukanlah satu-satunya ukuran penentu kekuatan dan kemampuan seseorang.
Contoh:
A: Yaru naa. Kachoo mata shooshin da tte. Iyoiyo buchoo rashii.
B: "Sanshoo wa kotsubu de mo karai" tte ne.

A: Hore! Kepala seksi kita dipromosikan lagi. Kelihatannya dia akan menjadi manager sekarang.
B: Yaa, seperti kata orang "Kecil-kecil cabe rawit"


12. TAKE NO HANA = Bunga di Puncak Gunung
Arti: Keinginan yang tidak dapat terwujud.
Biasanya dipakai dalam percakapan sehari-hari baik oleh laki-laki maupun perempuan.
Ungkapan ini berarti sesuatu yang kamu lihat tapi tidak bisa kamu gapai. Sperti halnya bunga dipuncak gunung yang sangat indah, tetapi kamu sendiri tidak dapat mengambilnya.
Contoh:
A: Yamamoto-kun ne, Yooko-san ni kataomai na n da tte.
B: Sorya, minoranu koi da. Aite ga Yooko-san ja, takane no hana da kara naa.

A: Kamu tahu Yamamoto kan? Ada gosip yang bilang katanya dia sedang jatuh cinta pada Yooko, tapi cintanya itu bertepuk sebelah tangan.
B: Waaaah...cinta seperti itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Di hatinya mungkin sudah terukir nama Yoko, tapi baginya Yoko mungkin seperti bunga di puncak gunung.


13. TAKE O WATTA YOO = Sebersih bambu yang baru saja dibelah.
Arti: Orang yang jujur
Biasanya dipakai dalam tulisan-tulisan tidak resmi.
Ketika bambu dibelah melintang, potongannya sangat lurus (sebuah potongan yang bersih). Seperti bambu yang baru saja dibelah Take o watta yoo memiliki arti seseorang yang jujur, bersih dan bermoral baik. Biasanya menunjuk kepada pria tapi kadang-kadang juga dipakai untuk menunjuk kepada seorang wanita.
Contoh:
Nihonjin ga konomu dansei no imeeji wa, take o watta yoona seikaku de, hakkiri shiteite ketsudanryoku no aru hito dearu koto ga ooi. Shikashi, ippan ni josei ni wa take o watta yoona seikaku to yuu yori, mushiro yasashisa ga nozomareru.

Gambaran pria ideal bagi orang Jepang biasanya adalah orang yang jujur. Tetapi biasanya bagi wanita, bagaimanapun juga lebih mementingkan kelembutan daripada kejujuran.


14. URI FUTATSU = Ketimun dibelah dua
Arti: Sama persis
Biasanya dpakai oleh pria dalam situasi percakapan sehari-hari.
Alam menyediakan bukti nyata tentang adanya simetri sempurna. Terkadang jika buah atau sayuran dipotong melintang, akan menghasilkan dua potongan yang sama persis. Ketika dua orang memiliki banyak sekali kesamaan mereka dinamakan Uri Futatsu.
Contoh:
A: Ano kyoodai wa futatsu chigai da kedo, mattaku uri futatsu da nee. Kono aida, machigatte ne. Komatta yo, hontouni!

A: Walaupun dua bersaudara itu adalah dua orang yang berbeda, tetapi mereka itu bagai pinang dibelah dua. Pernah suatu hari saya bertemu salah satu dari mereka dan saya salah panggil, aku malu.


15. YORABA TAIJUU NO KAGE = Mencari perlindungan di bawah bayangan pohon.
Arti: Mencari perlindungan yang aman dan kuat.
Dipakai dalam tulisan-tulisan tidak resmi.
Bayangan biasanya dilambangkan sebagai sebuah tempat berteduh. Pohon yang dipilih pasti sangat penting dan terletak ditempat yang tinggi dari suatu perkumpulan atau masyarakat umum. Ungkapan ini dekat dengan ungkapan "tidak salah jika kita mencari relasi yang jabatannya lebih tinggi dari kita."
Contoh:
Saikin no gakusei wa gakusha no kenkyuu teema dewa naku, gakusha no chimeido ya seijiryoku ni yotte kyooju o erabu keikoo ga aru. "Yoraba taijuu no kage" to yuu wake ka.

Akhir-akhir ini ada kecenderungan diantara para mahasiswa yang bukan memilih penasehat akademis karena ketertarikan profesor terhadap suatu penelitian, tetapi cenderung memilih berdasarkan popularitas dari penasehat akademis tersebut atau karena suatu hal yang bersifat politis. Saya kira ini adalah situasi yang dilambangkan oleh ungkapan "Berlindung dibawah pohon yang besar."

Disadur dari:
Buku 101 Japanese Idioms Understanding Japanese Language and Culture Through Popular Phrases. By: Michael L. Maynard & Senko K. Maynard.
Nah...gmn mudah dimengerti kan?
Belajar Idiom itu emang mengasyikkan...^^

by, Admin Hikaru