JapanLunatic - Jidou-hanbai-ki
水曜日, 07-12-2016, 5:36:00 PM
Welcome, Guest
自動販売機(自動 jidou = otomatis; 販売 hanbai = penjualan; ki = mesin) alias mesin penjual otomatis (vending machine), mudah sekali dijumpai di Jepang. Sering disbut dg Jihanki utk mnyingkat sbutan namanya.
Jepang merupakan negara dg jmlh jihanki prkapita trbanyak di dunia. Yg lebih unik, jenis barang yg dijual jihanki sangatlah brvariasi, mulai dr minuman ringan, rokok, beras, payung, mainan, alat kontrasepsi sampai majalah porno! Masih banyak lg jenis jihanki yg tak lazim dtemukan di belahan dunia mana pun. Tak hanya makanan siap saji spt ramen, snack panas, spaghetti dan nasi kare. Kopi dan susu hangat pun bisa. Ada juga jihanki yg menyediakan koran, CD musik, film dan batere untuk kamera, tissue, telur (terdapat di dkt beberapa pternakan), peralatan memancing (mulai dr benang pancing sampai umpan), minyak tanah (yg trnyata masih umum dgunakan utk penghangat ruangan), bunga (segar), sampai kumbang badak (hidup) utuk koleksi anak-anak. Bahkan, ada pula penitipkan HP untuk dicharge, mencetak kartu nama, sampai membeli asuransi jiwa. Sugoi ne (kebayang nggak gimana refill dan operasionalnya?)

Walaupun Jepang sdh mempunyai jihanki sejak thn 1904 (menjual prangko dan kartu pos), bisnis jihanki mulai brkembang pesat dr tahun 1967 ketika uang koin 100 yen pertama kali didistribusikan oleh pemerintah. Bahkan kini sdh banyak jihanki yg mnerima pmbayaran dg kartu pintar atau melalui mobile payment (seperti o-saifu keitai, taspo, dan lain-lain).

Kenapa bisnis jihanki ini sgt populer di Jepang?
Lahan yg sempit mnjadi salah satu alasan utama. Selain itu, dgn kesibukan rata2 org Jepang, service cepat jihanki sgt memudahkan mrk yg trburu-buru. Tak hanya itu, tak sedikit org Jepang yg lbih senang dg service yg impersonal. Dgn kata lain, dengan jihanki, seseorang bisa belanja tanpa harus bertatap muka langsung dgn orang lain. 
Penyebab lain adalah setiap org bisa mndapatkan tambahan pnghasilan hanya dgn membeli satu unit mesin jihanki dan meletakkannya di dpn rumah atau di tempat-tempat strategis lainnya. Sang pemilik tak perlu menyewa pegawai krn jihanki akan melakukan segalanya, trmasuk "memberi" uang kembalian!
Pengusaha vending machine, selain melihat pasar yg begitu besar, jg bisa merasa aman mengoperasikan mesin-mesinnya. Tingkat kejahatan, terutama vandalisme, di Jepang sgt rendah. Sehingga kemungkinan vending machine dirusak atau dipreteli jg sgt kecil.
 
Menjamurnya bisnis jihanki ini sempat dikritik oleh para pemerhati lingkungan. Menurut mereka, pemborosan energi listrik (jihanki menyala 24 jam sehari) dan sampah plastik/kaleng/botol akan merusak lingkungan. Utk mengatasi masalah ini, Jepang terus-menerus melakukan inovasi utk menghasilkan mesin yg lebih hemat energi serta ramah lingkungan. Sistem daur ulang sampahnya pun selalu diperbaiki. Bahkan ada jihanki yg menjual minuman dgn menggunakan gelas kertas & jika kita mengembalikan gelas bekas ke dalam mesin daur ulangnya, kita akan mendapatkan uang pengganti. Lumayan ya...
 
Segi negatif lainnya adalah dengan adanya Jihanki yg setiap tahun bertambah dan berganti model, akan bisa mempersempit space tata letak kota. Karena di kota, jihanki ini ada dimana-mana, dipinggir jalan, di luar gedung, di dalam gedung,dan hampir pada tiap pojok kota berjajar Jihanki.
Juga dengan adanya Jihanki, pembeli bisa membeli barang tanpa batasan umur. Sehingga dikhawatirkan ana2 bisa membeli misalnya Rokok, minuman alcohol, atau majalah orang dewasa.
Akan tetapi pemerintah Jepang juga sudah mengambil kebijaksanaan dgn menerapkan Kartu Taspo (bg mereka yg berusia 20 tahun keatas).
Utk mendapatkan Taspo, harus mengajukan aplikasi (gratis loh) yg formulirnya bisa didapatkan di berbagai jihanki. Kartu Taspo akan dikirimkan kpd yg brsangkutan 2 minggu setelah aplikasi diterima dan dilakukan verifikasi data. Hal ini tentu saja mudah dilakukan, mengingat sistem kependudukan yang terintegrasi di Jepang.
Perusahaan besar yang memproduksi Jidouhanbaiki diantaranya: Fuji,Matsusita,Sanden, Kubota.
 
Untuk Negara Indonesia, Jihanki ini jarang kita jumpai. Pernah saya lihat di terminal busway (tapi ternyata tetap saja kudu bayarnya ke petugas... halah halah..) 
Sebenarnya Jihanki yang berjajar di Jepang juga ada yang dibuat oleh tenaga trampil Indonesia loh. Kenapa bgitu? Ini karena perakitan Jihanki Kubota yang di Indonesia dibuat dan dirakit di PT.Metec Semarang, (berlokasi dikawasan Tanjung Emas Export Processing Zone, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang).
Ya, setidaknya ini merupakan kebanggaan bagi kita lah.. meskipun kita tidak memakai Jihanki itu, akan tetapi ada salah satunya yang ternyata buatan negara kita sendiri.. hehe..
 
Pada akhirnya keberadaan Jihanki merupakan bukti kemakmuran suatu negara dan minimnya kejahatan. Sebab kalo situasi negara tidak aman (banyak pencurian, perampokan, penjambreta, dsb) gak mungkin ada pihak vendor berani-beraninya menaruh jidouhanbaiki di pinggir jalan. Bisa-bisa abis duitnya abis pula barangnya di bobol ama anak tongkrongan...  Eh capek deh...
Yah kita doakan mudah-mudahan Indonesia cepat maju sehingga bisa ada Jidouhanbaiki di pinggiran jalan.. Amin.
Menurut kalian kapan jihanki bakalan populer di Indonesia???
 
Berbagai sumber.
 
Salam,
Headchief of Japanlunatic
Adeluna Chibi