JapanLunatic - Life Story
月曜日, 21-05-2012, 5:28:02 AM
Welcome, Guest
KISAH HIDUP
-----------------
Minggu, 01 Mei 1983.

Waktu menunjukkan pukul 02.20 dini hari, ketika seorang ibu mengerang kesakitan mempertaruhkan nyawanya, berjuang antara hidup dan mati.

Ya…"melahirkan”.. ini adalah proses yang ditakutkan namun dinanti-nanti oleh para wanita, tak terkecuali oleh sang ibu yang saat ini sedang mepertaruhkan hidup dan matinya..

satu jam…
dua jam..
tiga jam..

akhirnya.. tepat pukul 05.30.. terdengarlah suara tangis bayi.."owe-owe-owe..”.

Ternyata lahirlah bayi perempuan dengan berat ±3.5 kg dan panjang ±50cm. 
Ia terlahir sebagai anak kedua, oleh karena itu diberi panggilan "Ade”…

Kehidupan Ade tak beda dengan kehidupan anak-anak pada umumnya..
Ia adalah anak yang manja dan cengeng.. yang selalu membawa selimut dan boneka kesayangannya kemanapun dia pergi..

Waktu pun kian berlalu.. Kini ia mulai memasuki bangku SD. Walaupun usianya belum genap enam tahun, dia cukup mampu mengikuti pelajaran di kelas dengan baik.

Kelas tiga SD adalah masa yang cukup berkesan untuknya.. Pada masa itulah dia mulai mendapat peringkat satu di kelas. Dia juga jatuh hati kepada ibu guru yang sekaligus menjadi wali kelasnya. Figur seorang guru ideal yang ia kagumi.. Bersahabat, anggun, namun tegas dalam mengajar. Hingga terbesit dalam benaknya untuk menjadi seorang guru kelak jika ia dewasa.

Berlanjut ke jenjang SMP.. tidak ada yang terlalu istimewa baginya, begitu pula dengan prestasi belajarnya... Namun yang pasti dia bisa masuk dan melanjutkan sekolah ke sebuah SMA Negeri yang dipilihnya dengan mudah.

Masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan yang ia lalui.. apalagi ketika masuk kelas dua.. Kelas 2-G tepatnya. Penghuni kelasnya gokil namun kompak.. Sering bermasalah dengan para guru, namun itulah yang membuat mereka tegar dan tambah kompak. Di sinilah ia mendapat julukan "Chilox” yang artinya kecil tapi mencolox… => Hahaha..

Selain itu pada masa ini pulalah si Ade mulai sibuk berorganisasi. Dia menjadi anggota sekbid 4 OSIS yang membawahi beberapa organisasi siswa. Ia juga menjabat sebagai sekertaris KOPSIS dan PMR, redaktur sekaligus reporter MADING di sekolahnya…

Seantero sekolah.. siapa sih yang tak kenal Chilox.. => narsis mode on.. ^_^


Memasuki masa usai SMA, si Ade mulai dipusingkan dengan berbagai pilihan… Kemana setelah lulus nanti… Terlalu banyak pilihan yang membuatnya harus memutar otak dan berkonsultasi dengan berbagi pihak.. Kuliahkah? Tapi kemana…Jurusan apa? Yang pasti si Ade tak suka ilmu hitung dan eksakta. Ilmu sosial dia suka, tetapi benci dengan teori-teori dan hapalannya.. Beberapa kampus sempat ia datangi . Mulai dari Kampus yang berada di wilayah Jakarta sampai beberapa kampus di Bandung. Lalu ia terjebak di sebuah kampus hijau yang berada di Jalan Limau-Jakarta Selatan yaitu UHAMKA. Bahasa Perancis, Mandarin atau Arab pikirnya.. itulah jurusan yang akan ia ambil. Namun takdir berkata lain.. Bahasa Jepang.. akhirnyalah jurusan yang ia pilih.

Awal perkuliahan adalah masa yang paling sulit baginya. Bagaimana tidak.. Bahasa Jepang adalah sesuatu yang baru dan benar-benar asing.. dan yang lebih membuat galau perasaan bahwa hanya dia sendiri di kelas yang belajar Bahasa Jepang dari basic. Dia lebih tertekan lagi ketika mulai belajar tulisan Jepang… Pada awal semester pertama terlalu banyak banyak tekanan hingga dia memutuskan untuk pindah ke jurusan bahasa Inggris…
Namun pada suatu hari.. ketika ada beberapa orang Jepang berkunjung ke kampus dan berbicara di depan kelas, ia mengurungkan niat dan menjadi tertarik akan bahasa dan budayanya.. Ia kemudian lebih bersemangat dan termotivasi untuk belajar.. Akhirnya ia pun mampu mencapai nilai yang sangat memuaskan pada akhir semester pertama dengan grafik yang selalu meningkat pada semester-semester berikutnya. Skripsinya pun selesai dengan cepat dan mendapat nilai tertinggi. Akhirnya ia menyelesaikan perkuliahan dengan predikat CUMLAUDE.

Selesai kuliah.. ia tak perlu repot mencari kerja.. Pengalaman kerja sudah lumayan ia kantongi.. mulai dari tutor di kampus sampai surveyor tourist asing di bandara pernah ia jajal. Hobi travelingnya membuat ia memilih untuk bekerja di sebuah yayasan Gema Gawita.. yang ada hubungannya dengan hotel dan tourism.. Apalagi ada tantangan tersendiri ketika mencoba menjadi guiding tutor sambil traveling. Walaupun melelahkan tapi semua tergantikan dengan apa yang didapat setiap usai perjalanan tersebut.

Hari demi hari berlalu..
Waktu pun terus berjalan..
Kini yang ia tunggu hanyalah seorang pasangan hidup yang baik untuk menemaninya pada kehidupan yang akan datang.. Memiliki keluarga yang bahagia dan masuk surga adalah impiannya..

Bersambung..